Ditulis oleh Ika Veronika, OP
Salah satu kerapuhan kodrat manusia adalah kecenderungan berbuat dosa. Selagi masih diberi kesempatan untuk hidup, maka manusia dapat bertobat dan memperbaiki diri. Hal ini dapat membantu manusia untuk menyelamatkan jiwanya dari jeratan dosa seraya meminta pengampunan dari Tuhan.
Lalu bagaimana dengan keselamatan arwah orang yang sudah meninggal?
Setelah kematian, manusia memerlukan proses pemurnian selanjutnya, yaitu dalam “Api Penyucian” atau Purgatorium.
Mereka tidak dapat lagi memperbaiki perilaku untuk menyelamatkan jiwanya. Maka yang mereka butuhkan dari kita adalah doa.
Kita yang masih hidup di dunia ini, dapat membantu jiwa-jiwa menderita di api penyucian dengan mendoakan mereka, agar Tuhan mau mengampuni segala kesalahan yang pernah dilakukan mereka selama hidup.
Bentuk doa untuk mereka, contohnya dengan merayakan Ekaristi, terutama pada Peringatan Arwah Orang Beriman, setiap tanggal 2 November, dan juga dengan mendaraskan Novena.
Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari untuk mendoakan arwah sesama adalah dengan menambahkan kalimat doa: “Semoga jiwa-jiwa orang beriman, beristirahat dalam ketentraman, karena kerahiman Tuhan”, pada saat doa makan atau doa harian.
Misi seorang Dominikan adalah menyelamatkan jiwa-jiwa, jiwa dirinya sendiri, maupun jiwa sesama. Dengan mendoakan arwah, dapat membantu keselamatan jiwa-jiwa di api penyucian.
Recent Comments