Bacaan Lukas 9:18 (-22)
Refleksi Oleh Bro Theo Atmadi, Presiden Dominikan Indonesia

Jendela Johari
Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
Ketika itu Yesus didatangi murid-muridnya. Saya merasakan itulah cuplikan hidup komunitas Yesus dengan para rasul-Nya. Dalam hidup berkomunitas, saling mengenal adalah hal penting, karena dengan saling mengenal, kita bisa saling mengerti, kemudian bisa saling berbagi, walau dengan keterbatasan masing-masing. Mau saling menerima dan memahami, sehingga pada akhirnya bisa saling mengasihi, saling mendukung, dan akan terciptalah hidup berkomunitas yang harmonis dan saling menguatkan. Bukankah itu yang kita inginkan dalam hidup berkomunitas?
Begitulah Yesus memancing murid-muridnya dengan bertanya: “siapakah aku ini?” Seperti halnya di setiap retret awal, pertanyaan itupun selalu relevan, sebelum mengenali orang lain, alangkah baik bila kita terlebih dulu mengenal diri kita sendiri: “siapakah aku ini?”Biasanya pengenalan akan diri sendiri belum begitu lengkap, – seperti dijelaskan dalam konsep Jendela Johari, – ada sisi dimana orang lain tahu, tapi kita sendiri malah tidak tahu! Disinilah makna positif dari hidup berkomunitas, bisa saling mengingatkan, sehingga dengan semangat persaudaraan, maka kitapun akan semakin saling mengerti, menjadi akrab walau ada perbedaan-perbedaan!
Marilah kita panjatkan doa kepada Tuhan, agar kita dikaruniai semangat kebersamaan, semangat persaudaraan agar bisa saling menerima, saling memberi dan saling memaafkan, sehingga pada akhirnya kita bersama dapat hidup dalam kasih persaudaraan yang saling menguatkan; karena bila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, Ia sendiri akan hadir bersama kita…
Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita. – Amin.
Recent Comments