Bacaan 1: Yesaya 49:1-6

Bacaan 2 :1 Kor 10:1-6.10-12

Injil : Yohanes 13:21-33; 36-38

Refleksi Para Dominikan Awam Indonesia hari ini ditulis oleh Bro Danang (komunitas Bernardo Scammaca Jakarta)

“Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.”

Renungan/Meditatio :

Kemilau sang Matahari menyilaukan. Kemuliaan Tuhan membutakan. Kadangkala kalau kita terlalu lama menatap matahari, kita seolah dibutakan sesaat tetapi kita merasa terang itu memenuhi kegelapan mata kita. Kita merasa menjadi terang. Siapa yang tidak ingin dipermuliakan? Diletakkan di tempat tinggi layaknya Matahari dan dikagumi, dipuja-puji banyak orang. Ada orang dengan rajin memoles dirinya agar dapat berkilau seperti matahari. Ya, kecakapan mereka menyilaukan pada akhirnya. Ada pula yang lain mencoba memuliakan dirinya dengan menempel pada hal-hal ke-matahari-an. ‘Aku akan berusaha keras untuk menambah kemuliaan Matahari. Aku berjuang di jalan Kemuliaan Matahari’. Dengan mengasosiakan pada yang ke-matahari-an,dengan mudah tentu mereka akan menjadi mulia layaknya matahari.  Petrus dengan mudah menawarkan hidupnya bagi Yesus tanpa sadar apa yang dia inginkan. Dia hanya berpikir agar dirinya diasosiasikan dengan Yesus yang hebat dan Yesus menghardiknya.

Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Mungkin kita berpikir karena kita juga anak manusia, maka kita beroleh kemuliaan layaknya Dia sang Matahari. Atau kita pikir, kita bisa memoles matahari supaya sinarnya lebih terang. Apakah Kemuliaan Allah berubah, bertambah atau berkurang, karena campur tangan manusia? Tidak. Kemuliaan Allah tidak akan berubah meskipun kita melakukan sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sekalipun. Allah tetap Yang Maha Kuasa.

Hiduplah. Jangan dengan mudah membuang kehidupan. Kita mungkin bukan matahari tetapi kita sesuatu yang berharga bagi Allah, batu mulia. Asahlah segala kemampuan kita. Bersyukurlah atas kesulitan yang datang dalam hidup, yang ternyata menambah sudut-sudut kemilau kita. Bersukacitalah, karena Allah memilih kita untuk memantulkan cahayaNya ke lorong-lorong kelam kehidupan.

Berdoa/Oratio :

Ya Tuhan semoga kami dapat menjadi instrumen keselamatanMU. Semoga kami juga mampu menjadi hangatMu bagi sesama. Amin.