Bacaan pertama: Kisah Para Rasul 7:55-60;

Mazmur Tanggapan: 97:1,2b,6,7c,9;

Bacaan kedua kitab Wahyu 22:12-14,16-17,20;

 

KEMULIAAN KENAIKAN TUHAN YESUS

Kenaikan Tuhan Yesus membuka hati manusia ke alam kuasa Roh

Bacaan Injil hari ini, Santo Lukas menunjukkan kepada kita gambaran Kristus naik ke surga.  Sebelum Kenaikan-Nya, Kristus berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus kepada para rasul-Nya.  Siapa yang akan mengurapi mereka dengan kuasa pada Hari Raya Pentakosta, sama seperti Yesus diurapi untuk pelayanan-Nya di Sungai Yordan?  Ketika Tuhan Yesus secara fisik meninggalkan para rasul, mereka tidak ditinggalkan dalam kesedihan atau kehampaan.  Sebaliknya, mereka dipenuhi dengan sukacita dan dengan antisipasi yang besar akan kedatangan Roh Kudus.

Janji ini menunjukkan kepada kita akhir dan awal dari para Murid-Nya.  Pada saat yang sama, itu adalah akhir;  sebelum kebangkitan Kristus, murid-murid-Nya menjadi takut, sedih, keraguan, kecewa dan putus asa, tetapi Kebangkitan Kristus menghilangkan semua emosi negatif dan berubah menjadi harapan dan sukacita.  Selain itu, Yesus membawa murid-Nya kembali kepada iman, kasih, dan pengharapan.  Ini juga menandai awal kehadiran Yesus dengan cara yang baru.

Kepergian dan Kenaikan Tuhan Yesus meng-ingatkan kita bahwa kita benar-benar dikaruniai dan diberkati.  Kita semua dipanggil untuk menjadi saksi Kristus.  Sebagai murid Yesus, kita  terpanggil untuk diberi kepercayaan suatu amanat.  Namun, Kenaikan Kristus menunjukkan kuasa Allah Bapa, kemampuan untuk melepaskan manusia dari beban ketakutan, kesedihan, kebencian, ketidakadilan, dan penindasan.  Kekuatan ini menyembuhkan luka batin kita, memulihkan kehidupan kita, dan membuat kita kembali utuh bersamanya.

Pertobatan dan pengampunan itu membawa kedamaian di luar pemahaman manusia, dan akan menjadikan kita membuka hati, memasuki alam kuasa Roh Kudus!

Akibatnya, kita akan berani menantang orang yang tidak percaya dengan cara keteladanan hidup kita – Kita harus mengarahkan mereka untuk mempertanyakan kembali, mengapa segala kekayaan, kekuasaan, dan kesenangan tidak akan menentukan atau mengendalikan hidup kita.

Doa: “Tuhan Yesus, melalui karunia Roh Kudus-Mu, Engkau memenuhi kami dengan semangat pewartaan, pujian dan sukacita yang tak tergoyahkan yang tidak dapat ditaklukkan oleh pencobaan duniawi. Kuatkanlah kami dalam kasih, iman, dan pengharapan sehingga kami dapat menjadi saksi-Mu sepanjang masa, di  seluruh dunia”.

 

Ditulis oleh : Dominican Sister – East Timor