
Christmas Carolling Menyapa yang Renta ala Dominikan awam Santa Rosa de Lima Surabaya
SUKACITA itu hal nya adalah MENERIMA di dalam MEMBERI. Maka…SALING. Itulah yg kita terima dari Tuhan kita. “Hendaknya kamu saling…..”. Demikian pengantar Bu Florenzia Jap Op, Presiden Dominikan Awam Chapter Santa Rosa de Lima Surabaya dalam acara Christmas Carolling.
Karya kerasulan yang dilaksanakan tepat di hari Natal tiap tahunnya, dimana Para Dominikan Awam Chapter santa Rosa delima Surabaya menyapa yang renta yang tak mampu melangkah ke gereja di hari Natal. Kunjungan persaudaraan yang harapannya membawa sukacita ini ingin menghibur hati mereka karena kondisi, tua, renta sakit, hanya tidur di ranjangnya, tak mampu pergi merayakan Misa Natal di gereja.
Beberapa alat music dimainkan, para Dominikan awam bernyanyi, berdoa, bercanda dan memberikan kado kecil mengajak bapak ibu yang terbaring ini ke suasana Natal, sambut Yesus yang lahir, sukacita hadir di tengah tengah mereka. Senyum tawa dan sukacita yang terpancar dari para sepuh yang dikunjungi ini memberi pengalaman tersendiri dari para Dominikan awam, pengalaman yang hendaknya makin menumbuhkan semangat melayani , memiliki kepekaan, kepedulian pada orang orang seperti mereka.


Rumah bersih terawat dari pak Mujiar yg boleh dibilang sudah kehilangan penglihatannya, mengajarkan kepada kita apa itu bakti seorang istri. Di atas meja hanya ada sesisir pisang dan bbrp botol mineral…namun KASIH dan HORMAT memancar dari situ.

Ibu Tomo,duduk di tempat tidur dalam kondisi yg sudah renta
Ibu Tomo, masih keturunan ibu Kartini. Duduk di tempat tidur dalam kondisi yg sudah renta. namun PANCARAN MATA yg masih tegas dan berulang kali membuat tanda salib, mengajarkan kita apa itu PERCAYA.

Pak Gatot menyambut kami dengan sukacita disaksikan keluarganya yg Muslim
Pak Gatot. Beberapa saat lalu jatuh saat mengikuti jalan sehat, lalu koma selama 3 hari. Kemarin bisa berjalan dengan tegak dan menyambut kami dengan sukacita disaksikan keluarganya yg Muslim yg sedang berkunjung. Kami melihat MUJIZAT dan TOLERANSI.
Bu Dwi Astuti Angka. Terbaring dengan kaki kanan yg sudah diamputasi, hanya dijaga dan dirawat oleh putri tunggalnya yg masih lajang dengan kondisi rumah yg sungguh memprihatinkan. Namun…kami ini masih disuguhi kue2 dan aqua. Siapa yg menyediakan? Teman2 putri tunggalnya yg rela hadir sebagai “tuan rumah” krn temannya itu MINDER unt menerima kami. Luar biasa. Saya dibisiki…”Bu, dia ga mau dikunjungi krn seperti ini”.
Relasi yg berdasarkan KASIH.
Pak Bagus. Saudara kita yg dulu begitu aktif, menyambut kami dengan penuh haru dan sukacita.
Kami membaca itu dan bersyukur sudah mengunjunginya.
Yuk kita JANGAN BERHENTI BERSYUKUR DAN BERBUAT. Itu yang Yesus ajarkan kepada kita. (Bu Flo OP)
Bagaimana kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian sosial di antara para peserta?
Bahasa yang digunakan dalam teks ini adalah **Bahasa Indonesia**.
Sungguh menyentuh melihat betapa kasih dan kepedulian dapat menghadirkan sukacita di tengah-tengah kehidupan yang penuh tantangan. Kisah-kisah ini mengingatkan kita tentang pentingnya melayani sesama dengan tulus dan penuh empati. Setiap orang yang dikunjungi memiliki cerita unik yang mengajarkan kita tentang ketabahan, kepercayaan, dan kekuatan kasih. Bagaimana kita bisa menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari?
Komentar: Sungguh cerita yang penuh makna dan menginspirasi. Kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Melalui kunjungan ini, para Dominikan awam tidak hanya memberikan sukacita, tetapi juga belajar banyak tentang kehidupan. Terlihat jelas bahwa meskipun dalam keterbatasan, cinta dan kepercayaan tetap menjadi kekuatan utama. Mengapa kita tidak mencoba untuk lebih peduli pada orang-orang di sekitar kita?
Ini bener-bener bacaan yang menginspirasi. Kalau kamu punya passion, kamu bakal betah nongkrong di kanal.id!