Ditulis oleh Veronika Ika Puspita Kusumawati, OP (Ika)

Studi merupakan salah satu pilar dari Seorang Dominikan. Studi yang dilaksanakan berupa studi per jenjang maupun studi secara umum. Tanggal 6 Juni 2021 yang lalu, Persaudaraan Dominikan Awan Se- Asia Pasifik mengikuti Common Study bersama Fr. Raj Amirtha, OP, seorang imam Dominikan dari India.

Studi ini diawali dengan pengantar dari Master Jenderal Ordo Pewarta, Fr. Gerard Timonner III, OP.

Berikut pesan dari Master Jenderal Ordo Pewarta dalam Common Study:

Kita memperingati Santo Dominikus, bukan hanya sebagai seorang kudus saja, tetapi seorang santo yang menikmati sebuah “persahabatan di meja makan” bersama saudara-saudarinya, berkumpul dengan panggilan yang sama untuk memberitakan Firman Tuhan dan berbagi karunia makanan dan minuman dari Tuhan dengan komunitas.

Perayaan panjang tahun ke-8 dari kelahiran St. Dominikus ke dalam hidup yang kekal (6 Agustus 2021) dimulai pada Hari Raya Epifani (6 Januari 2021) dan akan ditutup pada hari raya yang sama (6 Januari 2022) ini berarti bahwa awal dan penutup perayaan kita adalah tindakan syukur kepada Tuhan atas rahmat pencerahan-Nya, wahyu-Nya sebagai lumen gentium, “terang bagi semua bangsa”, terutama kepada “pencari” seperti “orang bijak dari timur ” (Mat 2 : 1-12) yang berziarah untuk menyembah Imanuel. Karisma Dominikus adalah memberitakan Injil ke semua bangsa, dengan terang Kristus untuk menerangi jalannya. Bagi kita, anggota Keluarga Dominikan, Yubileum adalah waktu untuk berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberi kita St. Dominikus, pendiri dan saudara pertama ordo pengkhotbah, yang dengan penuh kasih kita sebut sebagai lumen ecclesiae, terang gereja.

Tuhan pertama kali menciptakan cahaya dan sungguh menakjubkan, kita ingat bagaimana pergerakan banyak makhluk dipengaruhi oleh cahaya. Ilmuwan menyebut gerakan ini fototaksis, yaitu gerakan terhadap sumber cahaya. Fototaksis positif adalah gerakan menuju cahaya, sebaliknya fototaksis negatif adalah gerakan menjauhi cahaya.

St. Dominikus adalah lumen ecclesiae karena seluruh hidupnya berorientasi kepada Kristus, lumen gentium. Sebagai cahaya, Dominikus seperti bulan daripada matahari. Yesus adalah satu-satunya terang sejati dunia, dan sama seperti kita semua, yang dibaptis dalam Kristus, Dominikus hanya memantulkan terang Kristus. Menariknya lagi, ibu St. Dominikus, Beata Joana, melihat dalam mimpi, bahwa Dominikus memiliki bulan di dahinya, sementara ibu baptisnya melihat sebuah bintang di dahinya pada saat pembaptisannya.

Memancarkan terang Kristus adalah apa yang disebut para bapa Gereja sebagai pelayanan seperti “bulan”, yang memantulkan terang Kristus, sebagaimana bulan memantulkan cahaya matahari.

Beberapa dari kita, Dominikan, bersinar seperti bulan purnama. Ketika orang melihat diri kita, mereka segera merasakan sukacita dan kedamaian yang berasal dari pancaran Kristus.

Anda dapat dengan mudah melihat mereka bahkan ketika mereka berada di sudut gelap gereja atau kantor, karena mereka berkilau, bersinar, bahkan dalam kegelapan.

Namun beberapa dari kita juga, berada dalam fase bulan sabit yang memudar, nyaris tidak bersinar, hampir tersembunyi, dari Kristus.

Ketika Anda melihat seorang Dominikan yang tenggelam dalam kesuraman, rewel dan pemarah, yang menghabiskan energi Anda di gereja atau tempat kerja, pengkhotbah itu mungkin sedang mengalami gerhana bulan! Terang yang datang dari Kristus benar-benar terhalang oleh sesuatu yang datang antara Kristus dan kita.

Jadi cahaya macam apa yang kita miliki? Apakah bulan purnama, bulan sabit memudar, atau gerhana bulan?

Itu tergantung pada hubungan kita dengan Kristus, Lumen Gentium, serta hubungan kita dengan yang lainnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai isi Surat Paus Fransiskus kepada Ordo, “Praedicator Gratiae” yang dapat menjadi permenungan kita bersama:

Bersama dengan Santo Fransiskus dari Assisi, Dominikus memahami bahwa pewartaan Injil, verbis et exemplo, mensyaratkan pembangunan seluruh komunitas gerejawi dalam persatuan persaudaraan dan misionaris. Karisma khotbah Dominikan meluap lebih awal ke dalam pembentukan berbagai cabang keluarga Dominikan yang lebih besar, merangkul semua keadaan kehidupan di gereja. Dalam abad-abad berikutnya, ia menemukan ekspresi yang jelas dalam tulisan-tulisan Santa Katarina dari Siena, lukisan-lukisan Beato Fra Angelico dan karya-karya amal Santa Rosa dari Lima, Beato John Macias dan Santa Margaret dari Castello. Demikian pula, di dalam kehidupan sehari-hari, kita ini terus menginspirasi karya seniman, cendekiawan, guru, dan komunikator.

Kemartiran para anggota Dominikan merupakan sebuah kekuatan khotbah, banyak yang meniru kesederhanaan dan belas kasih Santo Martin de Porres, yang telah membawa sukacita Injil ke pinggiran masyarakat dan dunia kita. Saya secara khusus memikirkan kesaksian tersembunyi, yang diberikan oleh ribuan mahasiswa Dominikan dan anggota Dominican Youth Movement, yang mencerminkan peran penting, dan memang tak tergantikan, dari kaum awam dalam pekerjaan evangelisasi.

Pelayanan ini memiliki aspek panggilan yang pasti, sebagaimana dibuktikan oleh ritus institusi, dan oleh karena itu memerlukan penegasan yang wajar dari pihak uskup. Sebenarnya ini adalah bentuk pelayanan yang diberikan kepada Gereja lokal sesuai dengan kebutuhan pastoral yang diidentifikasi oleh Ordinaris wilayah, tetapi dilakukan sebagai karya kaum awam, seperti yang dituntut oleh sifat pelayanan itu sendiri. Sudah sepatutnya, mereka yang terpanggil dalam pelayanan institusi Katekis, adalah pria dan wanita yang beriman mendalam dan dewasa, peserta aktif dalam kehidupan komunitas kristiani, mampu menerima orang lain, bermurah hati dan menghayati kehidupan persekutuan persaudaraan.

Selama kunjungan saya ke Bologna lima tahun yang lalu, saya diberkati untuk menghabiskan beberapa saat dalam doa di depan makam Santo Dominikus. Saya berdoa secara khusus untuk Ordo Pengkhotbah, memohon kepada para anggotanya rahmat ketekunan dalam kesetiaan pada karisma pendiri mereka dan tradisi indah yang mereka wariskan. Dalam ungkapan terima kasih saya kepada Santo Dominikus, atas semua kebaikan yang dicapai putra dan putrinya di Gereja, saya meminta, sebagai hadiah khusus, untuk peningkatan yang cukup besar dalam panggilan imamat dan religius.

Semoga perayaan Tahun Yubileum melimpahkan rahmat kepada para Saudara Pengkhotbah dan seluruh keluarga Dominikan, dan mengantarkan “musim semi” Injil yang baru.

[Bersambung]