BACAAN INJIL: Markus 10:17-30

 

”BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN”

 

 

Injil St. Markus hari Minggu ini menceritakan kepada kita bahwa ketika Yesus sedang dalam perjalanan, seorang pria berlari menghampiri-Nya, berlutut di hadapan-Nya, dan bertanya, “Tuan yang baik, apa yang harus saya lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Kemudian Yesus memandangnya dan berkata, “Bagimu, ada satu hal yang kurang. Pergilah, juallah apa yang kamu miliki dan berikan uang itu kepada orang miskin, dan kamu akan mempunyai kekayaan di Surga.”  Orang yang mempunyai kekayaan besar pergi dengan sedih karena hartanya banyak. Jadi, Yesus berkata, “Betapa sulitnya bagi mereka yang mempunyai kekayaan untuk masuk ke dalam kerajaan Allah.” Yesus mengatakan hal ini bukan karena kekayaan adalah dosa tetapi karena mudah bagi seseorang yang kaya untuk mengandalkan dirinya sendiri daripada percaya pada Tuhan.

 

Injil ini menantang kita untuk merenungkan diri kita sendiri dan di mana kita memerlukan sedikit kontribusi. Kita dipanggil melampaui hal-hal ekstrem tersebut untuk memberikan perhatian pada anugerah Tuhan. Kita diingatkan bagaimana caranya membagi kemurahan hati kita kepada sesama khususnya kepada mereka yang miskin dan membutuhkan, karena terkadang kita punya banyak harta tapi tidak tahu bagaimana membaginya kepada orang lain. Bagi manusia hal itu mustahil, tetapi tidak bagi Tuhan; semua hal mungkin bagi Tuhan. Berarti bagi kita, mungkin kita ingin mengikut Yesus atau ingin hidup kekal, yang terpenting adalah bermurah hati kepada sesama dan merendahkan diri dalam banyak hal yang ingin kita lakukan agar kita lebih mudah masuk kerajaan Tuhan.

 

Yesus memanggil kita untuk menjadi murid yang radikal – kesediaan untuk menyerahkan segalanya demi mengikuti Dia. Yesus meyakinkan murid-murid-Nya dan kita bahwa siapa pun yang “menyerahkan rumah, saudara laki-laki atau perempuan, ibu atau ayah, anak-anak, atau ladang demi Injil” (Markus 10:29) akan diberi pahala yang berlimpah.

 

Seperti para murid dan remaja putra dalam Injil hari ini, perjalanan kita mungkin dipenuhi dengan saat-saat keraguan dan pergumulan, namun melalui tantangan-tantangan inilah kita bertumbuh dalam iman dan pemahaman. Marilah kita berdoa mohon keberanian untuk menerima panggilan radikal dalam pemuridan, untuk mencari terlebih dahulu Kerajaan Allah, dan untuk percaya bahwa bersama Allah, segala sesuatu mungkin terjadi.

 

Reflection By: Zelia Fransisca Maia.