TUHAN PENGASIH DAN GEMBALA YANG BAIK!
Minggu lalu tercatat Yesus mengutus murid-muridnya berdua-dua ke setiap kota untuk memberitakan kabar baik, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh jahat. Dan sekarang, Injil hari Minggu ini mengisahkan bahwa setelah para murid kembali dari tugas perutusan mereka, mereka memberi tahu Dia bahwa mereka telah melaksanakan dan mengajar. Yesus merasa bahwa mereka perlu istirahat setelah perjalanan jauh, maka Dia berkata, pergilah sendiri ke tempat yang sepi dan istirahatlah sejenak. Orang-orang melihat mereka pergi, dan banyak yang mengetahui hal itu. Orang orang itu bergegas ke sana dengan berjalan kaki dari penjuru kota dan tiba di tempat sebelum Yesus dan para murid tiba. Yesus melihat mereka dan tergerak oleh rasa kasihan, karena mereka seperti domba tanpa gembala. Yesus berbelas kasihan ketika Dia melihat orang-orang yang membutuhkan. Meskipun Dia perlu istirahat sejenak, Dia tidak beristirahat; sebaliknya, Dia tidak akan membiarkan kelelahan tubuh mengganggu hati belas kasihnya untuk melakukan kehendak Bapa.
Tuhan adalah Allah pengampun dan gembala yang baik, Dia mengetahui apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka rindukan. Mereka ingin mendengarkan ajaran-Nya dan disembuhkan dari penyakit mereka. Dia merasakan empati terhadap orang-orang di depannya, dalam penderitaan mereka, dalam kesulitan mereka, dan dalam kesulitan mereka. Dia mulai mengajarkan banyak hal kepada manusia karena Dia adalah gembala yang baik. Gembala yang baik tidak akan menyakiti dan mengabaikan dombanya. Dan Dia akan berbuat baik dan melindungi mereka sebagaimana dalam bacaan pertama dikatakan bahwa Tuhan akan membuat apa yang adil dan benar di negeri ini, dan mereka akan diselamatkan dan diam dengan aman karena Tuhan adalah keadilan.
Gambaran tentang banyak orang yang mengikuti Yesus mencerminkan kenyataan yang jauh lebih menyakitkan mengenai keselamatan jiwa. Faktanya, tanpa seorang gembala, domba-domba akan segera menyimpang dari jalur normalnya dan menemui kesulitan. Banyak domba yang berada di bawah perawatan dan bimbingan yang buruk, dan ini sangat berbahaya bagi mereka. Banyak domba tanpa bimbingan rohani yang kompeten. Terkadang ada orang yang rindu mengenal dan menimba ilmu untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati. Hidup di dunia yang luas dan kompleks terkadang membingungkan orang tentang arti hidup yang sebenarnya dan apa kebutuhan terpenting yang harus mereka fokuskan. Namun jika ada seorang penggembala yang membimbing kawanannya ke padang rumput yang hijau dimana mereka dapat memandang dengan damai dalam perhatian penggembalanya yang penuh kasih dan lembut. Mereka akan menemukan makna sebenarnya dan bahagia dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan belas kasihan-Nya kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya. Saat ini, saya punya beberapa pertanyaan untuk kita renungkan. Apakah kita merasakan penderitaan saudara-saudari kita? Dan bagaimana kita bisa membantu mereka?
Meski kita melihat saudara-saudari kita sedang membutuhkan dan menderita, apakah kita kadang kadang malah berusaha mengabaikan penderitaan orang lain?
Tuhan adalah gembala kita, dan kita adalah kawanan domba-Nya. Kita percaya Dia memimpin dan menyegarkan jiwa kita. Sebab Dialah damai sejahtera kita, hanya di dalam Dialah kita tenteram. Maka marilah kita berdoa agar kita bersukacita bersama orang yang bergembira dan menangis bersama orang yang menangis.
Semoga kami hidup rukun dengan sesama sehingga kami dapat menjadi saksi nyata bagi-Mu. Tuhan, semoga firman-Mu memberi kami pengertian. Pimpin kami di jalan kebenaran sehingga kita dapat memahami-Mu dengan lebih baik, melayani-Mu dengan lebih efektif, dan menuntun orang lain kepada-Mu melalui semua yang kami katakan dan lakukan.
Refleksi oleh Miriam Y Phol
Recent Comments