Bisakah mengasihi Tuhan tanpa mengasihi sesama kita dan kita mengasihi sesama kita tanpa mengasihi Tuhan. Kabar Baik hari ini mengatakan “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu.” Yang kedua adalah: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ Tidak ada perintah lain yang lebih besar dari pada itu.” (Markus 12:30-31)
Refleksi Minggu Biasa ke XXXI – Injil Markus 12:28b-34
Kita tidak dapat mengasihi Tuhan tanpa mengasihi sesama kita dan kita tidak dapat mengasihi sesama kita tanpa mengasihi Tuhan. Oleh karena itu masing-masing dari kita dengan cara khusus untuk pria dan wanita religius yang memutuskan untuk mengikuti atau berjalan di jalan Tuhan kita Yesus Kristus tidaklah mudah. Untuk memudahkan kita mengikuti cara Dia memanggil kita untuk meninggalkan ego dan keinginan kita dengan mencintai dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan merangkul mereka seperti yang Yesus lakukan.
Perintah untuk mengasihi Tuhan dan sesama adalah yang pertama, bukan karena berada di urutan teratas dalam daftar Perintah. Yesus tidak menempatkannya di titik tertinggi tetapi di tengah, karena dari hatilah segala sesuatu harus keluar dan ke mana segala sesuatu harus kembali.
Menjadi Kristen adalah cara hidup dengan cinta kasih (Agama haruslah seperti udara yg kita hirup). Kata cinta adalah salah satu dari kedalaman, hubungan, dan sangat penting dalam hidup, tetapi maknanya yang lebih dalam dapat ditandai dengan ekspresi yang dangkal. St Yohanes memberitahu kita bahwa Tuhan adalah kasih (I Yohanes 4:16), cinta kreatif dan pemberian diri, yang menginginkan yang terbaik bagi kita masing-masing sebagai makhluk Tuhan.
Jadi, kita dipanggil untuk mengasihi Tuhan, untuk saling mengasihi, dan untuk mengasihi diri kita sendiri. Mencintai berarti berbagi dengan orang yang dicintai dan ditunjukkan dalam tindakan. Kata-kata bisa menjadi berat jika tidak berinkarnasi dalam kehidupan, sama seperti kasih Bapa yang berinkarnasi di dalam Yesus, Allah begitu mengasihi dunia (Yohanes 3:16). Kasih sering kali merupakan keputusan di mana kita ingin menanggapi seperti Yesus, meskipun kita mungkin tidak menyukainya. Tetapi kita selalu dapat meminta Dia untuk memberi kita hati yang penuh kasih yang menjangkau orang lain dalam nama-Nya.
Refleksi Oleh: Odete de Fatima dos Santos Martins (Seorang novis dari Timor Leste)
Recent Comments