Bacaan I: Hikmat 2:1a, 12–22 Mazmur: 34:17–18, 19–20, 21, 23

Injil: Yohanes 7:1–2, 10, 25–30

Refleksi hari ini ditulis oleh Para Dominikan Awam Indonesia : Bro Ivan Iman (komunitas Rosa De Lima Surabaya)

GAGAL PAHAM

Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepadaNya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?  (Yoh 7:26)

Sampai saat ini, asal usul dan ajaran Yesus masih memunculkan kebingungan, salah paham, ketidakpercayaan, pertentangan, bahkan penolakan. Saya sebagai murid Yesus tak perlu kecewa atau kecil hati terhadap orang-orang yang bersikap demikian. Jangan juga saya menjadi tawar hati atau meragukan Tuhan Yesus, ketika saya pun ditolak karena iman saya

Dalam kehidupan saya sehari-hari sebagi seorang Kristiani tidak jarang menjadi bahan perbincangan atau gunjingan seperti apa yang Tuhan Yesus alami dalam bacaan Injil hari ini. Pergunjingan mereka terhadap saya sebagai seorang Kristiani bahkan mungkin bisa dibilang melecehkan ketika ada suatu pernyataan “Yesus lahir siapa ya bidannya?, atau ada yang mengatakan Yesus tidak mati tapi Dia mengganti dengan orang lain waktu disalib dan sebagainya.

Dalam bacaan Injil hari ini juga tampak sekali dimana para kaum farisi dan ahli Taurat mempertentangkan tentang asal dan ajaran Yesus sendiri. Pertentangan ini disebabkan karena para ahli taurat dan kaum farisi gagal paham tentang keberadaan dan ajaran Tuhan Yesus. Bagi mereka pengetahuan kognitif mengalahkan kepercayaan yang sudah mulai berkembang dalam diri mereka dan umat Israel waktu itu. Dalam pengertian mereka Mesias yang dinantikan adalah seorang  pejuang yang berusaha membebaskan bangsanya dari penjajah. Tapi Mesias Yesus sama sekali tidak seperti yang mereka pikirkan. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka pahami adalah yang paling benar sehingga tidak mau mendengar perkataan Yesus. Bahkan para murid Yesus seringkali salah mengerti juga.

Hal yang sama juga  masih menjadi alasan pada masa sekarang dari orang-orang yang gagal paham tentang Yesus. Banyak orang menjadi tidak percaya kepada Yesus karena mata rohani tertutup. Untuk mengenal Yesus butuh kerendahan hati. Segala upaya akademis/logika untuk memahami Yesus sebagai Mesias akan gagal. Hanya mereka yang membuka mata hati secara penuh kepada Yesus yang akan memahaminya.

Bagi saya dan kita semua, pengenalan yang seadanya sering kali menjadi sumber sesat pikiran saya. Maka menjadi pelajaran penting bagi saya untuk mengenal Yesus secara lebih mendalam dan personal, merasakan kebaikan dan kasihNya secara lebih nyata  dalam kehidupan saya sehari-hari. Namun dibalik itu saya semakin bisa merasakan kehadiranNya jika saya juga mau mendekatkan diri dengan sabda-sabdaNya. Mempelajari Alkitab dengan tekun dan serius akan membuat saya tidak gagal paham memahami Kristus. Kitab Suci adalah sumber tertinggi dalam memahami Yesus Kristus. Membaca Alkitab bukan pengetahuan semata, tapi untuk mengalami pengenalan yang sejati akan Allah. Rahmat Allah sendiri yang memampukan kita untuk itu. Tuhan Yesus memberkati 🙏 (Ivan Iman)