Bacaan I : Yes. 11:1-10;

Mzm. 72:2,7-8,12-13,17;

Injil Lukas 10:21-24

“Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Luk 10:21)

 

UCAPAN SYUKUR DAN BAHAGIA

 

Pada zaman yang begitu berat sekarang ini, rasanya semakin sulit bagi kita untuk dapat bersyukur bahkan berbahagia. Hidup dari hari ke hari terasa semakin berat, susah malah sepertinya tidak ada harapan untuk masa depan. Yang patut disedihkan lagi, saat ini banyak orang bingung akan apa yang harus disyukuri dalam hidup ini. Sampai-sampai mereka yang sudah patah semangat memilih jalan pintas dengan mengakhir hidupnya, mati.

 

Syalom…Selamat pagi

 

Ketika saya membaca dan merenungkan bacaan Injil pada hari ini, saya tertarik dengan ungkapan dari Tuhan Yesus dalam ayat tersebut diatas dan untuk direnungkan. Apakah yang di maksud dengan doa Tuhan Yesus tersebut?. Apakah saya tidak boleh pintar/pandai, apakah saya harus jadi orang bodoh ketika mengikuti Tuhan Yesus?.

 

Orang-orang pada waktu jaman Yesus mempunyai pandangan sendiri tentang yang namanya Juru Selamat. Bagi mereka kebanyakan orang-orang Yahudi, yang namanya Juru Selamat itu nanti kelahirannya di dalam Kerajaan bukan dikandang domba. Jadi ketika Juru Selamat lahir dikandang domba mereka tkdak akan percaya. Disitulah saya bisa melihat yang namanya Tuhan itu tidak mungkin bisa diselami oleh diri saya apalagi kalau diri saya merasa tahu seutuhnya tentang Tuhan.

 

Oleh karena itu dibutuhkan satu hal di dalam hidul saya dan kita semua sebagai orang beriman yaitu semangat kerendahan hati. Karena kadangkala yang namanya Tuhan, kalau mau menyelamatkan itu kadangkala tidak pernah terpikirkan oleh saya dan justru orang-orang sederhana yang senantiasa melihat pengalaman hidup itu bersama dengan Tuhan lebih mudah melihat Tuhan dalam pengalaman hidupnya meskipun pengalaman hidupnya itu susah.

 

Kalau saya lihat orang yang pintar atau “orang yang tahu segalanya” ketika ada orang memiliki pendapat yang lain biasanya yang dilakukan adalah marah, tidak terima. Tetapi kalau saya memiliki semangat kerendahan hati, saya pasti akan belajar mendengarkan dari sudut pandang yang berbeda.

 

 

Oleh karena itu yang dimaksudkan Tuhan Yesus dalam doaNya yang diungkapkan dalam bacaan Injil hari ini mengajak saya dan kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih rendah hati, supaya akhirnya saya mampu untuk menangkap Tuhan di dalam setiap peristiwa hidup masing-masing. Rahmat Allah senantisa memampukan saya untuk itu. Tuhan Yeus memberkati 🙏

 

Refleksi oleh : Bro Ivan Iman, Dominikan Awam Komunitas St Thomas Aquinas, Jakarta