Renungan Harian Hari Ke-14 Kamis Pekan Kedua Prapaskah

Renungan Harian Hari Ke-14 Kamis Pekan Kedua Prapaskah Injil: Lukas 16:19–31

Bacaan I: Yeremia 17:5–10. Mazmur: 1:1–2, 3, 4 dan 6

Injil: Lukas 16:19–31

Renungan dari buku Journey Through Lent by Clement Harrold, diterjemahkan oleh Bro Theo Atmadi OP (Dominikan Awam Indonesia)

Bacaan hari ini menunjukkan apa yang kadang-kadang disebut oleh para sarjana Alkitab sebagai doktrin “dua arah” Kitab Suci: yaitu jalan keegoisan yang membawa kebinasaan, dan jalan kekudusan yang menuntun kepada kehidupan. Inilah jalan orang kaya versus jalan Lazarus. Dalam bacaan pertama dari kitab Yeremia, kita melihat bayangan identik dengan Mazmur 1. Dr. John Bergsma dalam bukunya ‘Psalm Basics for Catholics’ menunjukkan bahwa mazmur pertama ini mengatur nada untuk keseluruhan Mazmur dengan penekanan kepada apa artinya menjadi orang benar.

Perhatikan terlebih dahulu perbedaan tingkatan dosa yang dijelaskan: mengikuti orang jahat, berjalan dengan orang berdosa, duduk bersama orang yang kurang ajar. Setiap jenis pergaulan cenderung menjadi lebih buruk dari yang sebelumnya, namun orang yang diberkati menghindari semuanya ini. bagaimana dia melakukan ini? – Dengan menyenangi hukum Allah dan merenungkannya siang dan malam.

Namun, menarik bahwa kita menerima rekomendasi ini bukan di salah satu kitab hukum, seperti Imamat atau Bilangan, melainkan di awal Kitab Mazmur. Hampir seolah-olah Raja Daud, penulis tradisional Mazmur, memberi tahukan kita bahwa meditasi yang benar tentang hukum Tuhan ditemukan melalui doa dan penyembahan, itulah yang merupakan inti dari semua mazmur.

Ketika kita gagal dalam praktik doa dan penyembahan sehari-hari, ini berisiko bahwa kita akan berbalik kepada diri kita sendiri. Seperti orang kaya dalam Injil, hati nurani kita menjadi tumpul, dan indra moral kita meredup. Berbahagialah orang yang ditanam di tepi aliran air, yang akarnya mencapai sungai!

Apakah saya melakukan pemeriksaan hati nurani setiap hari sebelum tidur? Jika tidak, kapan secepatnya saya bisa memulai latihan ini?

Jika ya, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk membuat pemeriksaan batin ini lebih dalam dan lebih bermakna?