Renungan Minggu Pra Paskah I Jangan Pernah Berdialog Dengan Iblis, Tapi Kalahkan Dengan Firman Tuhan.

Renungan Minggu Pra Paskah I Jangan pernah berdialog dengan iblis

BACAAN INJIL: Luk. 4:1-13

Jangan pernah berdialog dengan Iblis, tapi kalahkan dengan Firman Tuhan

Refleksi oleh: Anna Theresa Hanho, Novis Sr-Sr OP Misionaris Rosario Suci

“Setelah iblis menyelesaikan pencobaannya, dia meninggalkan-Nya untuk sementara waktu.” Injil hari Minggu ini menyajikan kepada kita pencobaan-pencobaan iblis terhadap Yesus, setelah 40 hari berpuasa di padang gurun. Godaannya naik tingkat. Pertama, kepuasan dan kesenangan daging. Kedua, haus akan kekuasaan dan kemuliaan. Ketiga, itu adalah undangan untuk menantang kuasa Tuhan. Berkaca pada ketiga jenis godaan ini, tampaknya manusia juga dicobai setiap hari dan setiap menit dalam hidup. Pencobaan Yesus menunjukkan kepada kita bahwa tidak seorang pun dibebaskan dari pencobaan.

Satu hal yang harus kita perhatikan adalah bahwa kitab suci mengatakan: “Ketika iblis telah kehabisan cara untuk menggoda Yesus, dia meninggalkannya, untuk kembali lagi lain waktu.” Iblis akan selalu ada dan mencari kesempatan untuk menghancurkan kita. Santo Paulus menekankan bahwa “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan penguasa, melawan penguasa kekuatan dunia yang gelap ini dan kekuatan spiritual kejahatan di alam surga.” Kita bertarung dengan penguasa kegelapan, dan mengapa sepertinya kita bertarung dengan diri kita sendiri? Itu karena kita membiarkan penguasa kegelapan – si Iblis, untuk mengatur keberadaan kita. Kita menerima dan membiarkan kejahatan berbicara, berdialog, dan masuk ke dalam diri kita.

Pada Injil hari ini, Yesus menunjukkan kepada kita cara memenangkan pencobaan dan mengalahkan kejahatan. Pertama, Yesus tidak menjawab Iblis dengan kata-katanya sendiri, tetapi dengan firman Tuhan. Benar apa yang dikatakan Paus Fransiskus: “jika kita masuk dalam dialog dengan iblis, kita akan dikalahkan. Simpan ini di kepala dan hati Anda: Anda tidak akan pernah bisa berdialog dengan iblis, tidak ada dialog yang mungkin. Hanya firman Tuhan yang benar.”

Marilah kita mengikuti Yesus agar tidak masuk ke dalam dialog dengan Iblis. Mari kita ikuti nasihat St. Paulus, “pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah…, ambillah perisai iman, yang dengannya kamu dapat memadamkan semua panah api si jahat. Ambillah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yang adalah firman Tuhan.” Biarlah Firman Tuhan menjadi Terang yang menuntun kaki kita.

Mari kita habiskan empat puluh hari ini untuk memasuki gurun hati kita, di mana kita melepaskan keinginan kita, keinginan nafsu kita. Marilah kita masuk ke dalam kesunyian hati kita dan mencari kesunyian yang dalam, di mana kita dapat melihat hadirat Tuhan, mendengar suara-Nya. Di padang gurun ini, marilah kita merenungkan kembali dosa-dosa yang telah kita lakukan, merasakan kesedihan dan penderitaan Kristus, dalam darah dan belas kasihan-Nya setiap kali kita berbuat dosa. Marilah kita memiliki pertobatan hati yang sejati dan kembali kepada Tuhan. Untuk mencari dan memiliki kedamaian di dalam Dia.